Tampilkan postingan dengan label Coretku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2015

Kamis, 12 Februari 2015

[Lagi] Untuk, Semuaku


Selamat siang, bu.
Ku sempatkan menulis ini untuk ibu sebelum aku pergi bekerja. Iya, bu. Hari ini aku mendapat giliran untuk masuk siang.

Bu, aku rindu sekali. Apalah aku ini, baru juga selasa kemarin pulang ke rumah. Sekarang sudah main rindu lagi saja.

Ibu tahu sendirikan? Betapa aku tak pernah pisah dengan ibu. Sekalinya pisah, harus pisah sejauh ini. (Ya setidaknya menurutku jauh). Aku jadi harus menahan semuanya. Ibu pasti paham apa yang harus aku tahan. Melihat senyum ibu adalah salah satunya.

Bu, aku ingin menulis sepiring tentang ibu. Semoga ibu tidak marah.

Di mataku ibu itu baik, dan aku ingin baik seperti ibu. Ibu itu penyabar, dan aku ingin bisa sabar sesabar ibu. Ibu itu cantik, cantik dalam segala aspek, dan aku juga ingin cantik, cantik yang seperti ibu. Dan ya di mataku ibu teramat menyayangiku, dan aku selalu ingin menandingi itu, aku ingin menyanyangi ibu lebih. Apa aku bisa bu? Bu, sudahkah ini penuh sepiring?

Apa ibu marah aku hanya tahu sedikit saja tentang ibu? Bu?

Tuh kan ibu nangis. Ibu pasti kecewa.

Kuberi tahu rahasia ya, bu. Dan ibu harus janji tidak akan marah padaku.

"Aku sangat sayang, ibu..."


Kasihmu pelukku sejauh ini.
Doamu kuatkan aku, yang sendiri saja di sini.
Semoga ibu selalu baik di Kediri.

Surabaya, 13 Februari 2015
Untuk semuaku,
Ibu

Rabu, 04 Februari 2015

Untuk; Semuaku

Aku belum pernah serindu ini kala ditinggalkanmu. Ya, menangis aku pernah, tapi tak sesesak ini merasa.
-Aku-

Dan ini aku mengaku. Ternyata jauh dari sisimu, serapuh ini aku. Ternyata tak memandang wajahmu sesakit ini merasa. Dan ternyata tak mendengar omelmu, aku, aku seperti kehilangan hal besar yang teramat besar.

Aku menangis. Aku tak malu mengakui ini. Jika ada tubuhmu di sini mungkin sudah sukses ku peluk. Seharian ini aku banyak diam. Hanya jemari yang bergerak-gerak mengambil helai-helai tisu. Maafkan aku tetap saja lemah.

Kepadamu aku cinta, secinta-cintanya. Oh, betapa juangmu tak ternilai. Biarkan, biarkan ku habiskan tangisku malam ini.

Dan ini aku berjanji. Membuatmu bahagia akan aku lakukan. Membuat diriku kuat sekuat inginmu. Membuat hatiku tangguh setangguh harapmu. Membuat esokku cerah secerah doa-doamu.

Dan ini sekali lagi aku mengaku. Memelukmu setiap waktu ingin aku lakukan.

Semuaku.
Betapa tanpamu
Aku tak bisa apa-apa
Betapa tanpamu
Semuanya terasa berat.

Semuaku.
Tunggu aku,
Meski ku tahu, tanpa surat perintah pun,
Kau akan setia menunggu.

Semuaku.
Juangku untukmu.
Hanya untukmu.

Semuaku.
Ibu.

Surabaya, 4 Februari 2015
Ku tulis ini untuk malaikat cantikku, Ibu.