Aku bukan penyair handal
Yang punya ribuan diksi
Yang pandai menyiratkan arti
Yang indah dalam menyusun bait
Pun yang rapih mengatur rima
Aku hanyalah aku
Yang menulis tanpa berpikir muluk
Pun tulisannya tidak sebegitu indah
Aku,
Miliki satu garis kata berjejer
Dan itu untukmu
:Tuan, hatiku jatuh padamu
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 November 2014
Jumat, 21 November 2014
Duapuluhsatu Novemberku
Selamat sore duniaku
Halo sepi
Halo gelap
Selamat datang rintik pada pipi
Hatiku remuk
Otakku mati
Bila bisa
Ingin rasanya aku pergi
Agar segala bebanmu musnah
Sirna
Dan akhirnya
Hanya tawalah yang akan hiasi
Paras cantikmu
Maaf aku terlalu bodoh
Maaf aku tak buatmu senang
Maaf selalu membuatmu lelah
Maaf sering membuatmu berteman dengan tissue
Mungkin permohonan maaf ini tak akan pernah sampai pada hadapmu
Tak akan pernah sempat kau baca
Namun pegang impiku
Membuatmu bahagia adalah salah satu hal yang akan ku wujudkan
Halo sepi
Halo gelap
Selamat datang rintik pada pipi
Hatiku remuk
Otakku mati
Bila bisa
Ingin rasanya aku pergi
Agar segala bebanmu musnah
Sirna
Dan akhirnya
Hanya tawalah yang akan hiasi
Paras cantikmu
Maaf aku terlalu bodoh
Maaf aku tak buatmu senang
Maaf selalu membuatmu lelah
Maaf sering membuatmu berteman dengan tissue
Mungkin permohonan maaf ini tak akan pernah sampai pada hadapmu
Tak akan pernah sempat kau baca
Namun pegang impiku
Membuatmu bahagia adalah salah satu hal yang akan ku wujudkan
Kamis, 20 November 2014
Biarkan Aku, Tetap Menyukaimu
Biar saja
Aku tak peduli
Selama kelopakmu masih berkedip
Aku tak masalah
Selama ku masih lihat
Senyummu menyungging
Kurasa aku
Kan baik baik saja
Tidak perlu
Menjadi malu
Karena kamu
Tidak menyukaiku
Cukup kamu tahu
Aku ingin meminta ijinmu
Sekiranya mahu
Biarkan aku
Tetap menyukaimu
Senin, 17 November 2014
Iri
Iri
Bisa jadi
Mereka bisa berbagi
Aku, hanya bisa sendiri
Bisa jadi
Mereka bisa berbagi
Aku, hanya bisa sendiri
Iri
Barangkali
Mereka bisa tertawa berulang kali
Aku hanya bisa terisak setiap hari
Barangkali
Mereka bisa tertawa berulang kali
Aku hanya bisa terisak setiap hari
— Rapuh
Kuatku separuh
Selalu banyak keluh
Kuatku separuh
Selalu banyak keluh
Sabtu, 15 November 2014
Bagai Boneka
Selamat siang sayang
Masihkah aku kau kenang
Ataukah aku ini hanyalah kunang-kunang
Yang menyalai hatimu sekali
Kemudian kau buat mati
Kasih
Apakah di hatimu namaku masih
Bila kau selalu berkata
Pada semua-muanya
Bahwa kau tak pernah bersama
Kau anggap aku ini apa
Benar aku tak menyangka
Lelaki yang ku cinta
Tak pernah kembali mencinta
Hanya menjadikanku mainan, bagai boneka
Masihkah aku kau kenang
Ataukah aku ini hanyalah kunang-kunang
Yang menyalai hatimu sekali
Kemudian kau buat mati
Kasih
Apakah di hatimu namaku masih
Bila kau selalu berkata
Pada semua-muanya
Bahwa kau tak pernah bersama
Kau anggap aku ini apa
Benar aku tak menyangka
Lelaki yang ku cinta
Tak pernah kembali mencinta
Hanya menjadikanku mainan, bagai boneka
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)