Selasa, 25 November 2014

Dear Kapten

Dear, Kapten

Dalam sepi aku merindukanmu, dekap ragaku seorang diri. Aku tidak tahu apa jadinya aku tanpa kamu. Mungkin tangis dan tawa tidak akan pernah beradu. Kapten apa kabar kapal yang kau siapkan? Sudahkah bisa membawaku pergi berlayar? Aku ingin sekali bersatu denganmu segera. Melewati arus, menerjang ombak, mengitari gelombang bersama-sama. Kapten, apa benar aku mencintaimu? Hatiku bimbang menimbang rasa. Kapten, bisakah tolong bantu aku? Setidaknya beri aku yakin tentang rasa yang tengah ku landa. Kapten, aku ingin dengar suara kodokmu lagi. Itu benar-benar membuat geli, tetapi aku suka. Kapten, sudahkah kau berhenti merindukanku? Aku suka susah tidur jika tahu kau tengah tak enak makan karena rindu aku. Kapten, apakah aku terlalu berlebihan?
Kapten, aku ingin bernyanyi dekat telingamu. Lagu bersama bintang yang sempat kau pinta. Namun seperti yang kau tahu, aku teramatlah malu.
Apakah ini sudah teralalu menyebalkan untuk dibaca? Baiklah ku akhiri sampai di sini saja. Selamat pagi kapten. Mimpi indah..

Dariku,

Gadis biasamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar