Kamis, 12 Februari 2015

[Lagi] Untuk, Semuaku


Selamat siang, bu.
Ku sempatkan menulis ini untuk ibu sebelum aku pergi bekerja. Iya, bu. Hari ini aku mendapat giliran untuk masuk siang.

Bu, aku rindu sekali. Apalah aku ini, baru juga selasa kemarin pulang ke rumah. Sekarang sudah main rindu lagi saja.

Ibu tahu sendirikan? Betapa aku tak pernah pisah dengan ibu. Sekalinya pisah, harus pisah sejauh ini. (Ya setidaknya menurutku jauh). Aku jadi harus menahan semuanya. Ibu pasti paham apa yang harus aku tahan. Melihat senyum ibu adalah salah satunya.

Bu, aku ingin menulis sepiring tentang ibu. Semoga ibu tidak marah.

Di mataku ibu itu baik, dan aku ingin baik seperti ibu. Ibu itu penyabar, dan aku ingin bisa sabar sesabar ibu. Ibu itu cantik, cantik dalam segala aspek, dan aku juga ingin cantik, cantik yang seperti ibu. Dan ya di mataku ibu teramat menyayangiku, dan aku selalu ingin menandingi itu, aku ingin menyanyangi ibu lebih. Apa aku bisa bu? Bu, sudahkah ini penuh sepiring?

Apa ibu marah aku hanya tahu sedikit saja tentang ibu? Bu?

Tuh kan ibu nangis. Ibu pasti kecewa.

Kuberi tahu rahasia ya, bu. Dan ibu harus janji tidak akan marah padaku.

"Aku sangat sayang, ibu..."


Kasihmu pelukku sejauh ini.
Doamu kuatkan aku, yang sendiri saja di sini.
Semoga ibu selalu baik di Kediri.

Surabaya, 13 Februari 2015
Untuk semuaku,
Ibu

2 komentar: