Sabtu, 24 Januari 2015

Ia Yang Pulang Pagi


Pekikan wanita itu seratus kali lebih menyeramkan dari raungan serigala. Mendengarnya telingaku ngilu. Kakiku penasaran, melangkah sok berani menyusuri tempat gelap, arah pekikan itu berasal.

Aku dibuat bengong oleh seorang wanita. Dalam gelap, parasnya aduhai rupawan. Di bawah kakinya tergolek payah tiga lelaki tak berbusana. Mulutku jatuh menganga. Tiga lelaki digigitinya satu-satu. Tubuhku ikut ngilu, wanita itu mengigit penuh nafsu. Aku menelan ludah, oleh keringat, tubuhku basah.

"Dia manusia atau..?" Wanita itu menatap tajam arahku. Aku melongo. Sial, aku ketahuan. Kakiku beranacang-ancang akan lari. Gagal.

Wanita itu sudah berada di hadapku. Aku menatap matanya lekat-lekat. Dia melempar berlembar uang depan mukaku. "Ini uang untuk sekolahmu" Seketika aku beku. Aku kenal wanita ini. Wajahnya tak asing. Pelan mulutku terbuka "Ibu?? Jadi ini alasan di balik seringnya ia pulang pagi?" Aku menatap punggung ibuku yang semakin jauh, lenyap.

Tulisan ini diikut sertakan dalam Giveaway 100 Post di www.doddyrakhmat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar